Tuhan, haruskah aku
mempertahankan kebahagiaanku sedangkan di luar sana masih ada orang-orang yang
harus tersakiti karena aku ingin bahagia. Haruskah ku merelakan kebahagiaanku?
Kebahagiaan yang selama ini ku dambakan. Akankah ku mampu untuk mempertahankan
apa yang telah ku perjuangkan selama ini. Aku hanya manusia biasa, aku bahkan
terlalu lemah untuk menganggap permulaan ini sebagai kenyataan. Meskipun sakit,
aku akan tetap berusaha untuk bertahan dan aku akan mulai terbiasa dengan rasa
sakit ini. Rasa sakit yang timbul karena akan takut kehilangan seseorang. Ya,
seorang wanita yang hadir dan telah merubah hidup ku, hidup yang dulunya hampa
tanpa adanya motifasi. Wanita yang namanya cahaya dan menjadi cahaya
penuntunku. Wanita hebat ini memang selalu membuat ku kagum, wanita hebat yang
telah menjadi motifasiku, wanita hebat yang selalu membuat hari-hariku menjadi
lebih bermakna. Tentu saja wanita hebat selau banyak yang mendamba-dambakannya.
Aku pun sadar, kau belum sepenuhnya menjadi milikku sehingga orang lain pun
masih bisa untuk mendekatimu. Kadang kala aku bisa terima-terimasaja tapi
terkadang aku pun tak bisa menerima semuanya begitu saja. Iya aku cemburu, aku
cemburu melihatnya dekat-dekat dengan orang lain, kenapa? Tentu saja jawabanya
sederhana “karena aku sayang padanya,” wajar kan jika aku merasa sakit hati. Kenapa
aku bisa begitu sayang padanya? Ntah mengapa aku merasa bahagia bersamanya,
kebahagiaan yang tulus yang tidak pernah aku rasakan bersama orang lain. Kata
orang “kita akan bahagia melihat orang yang kita sayang bahagia,” tapi kenapa
aku tidak seperti itu? Aku merasa sedih
ketika orang lain membuatnya bahagia. Ma’af aku belum bisa membuatmu bahagia,
aku hanya bisa berharap kau akan selalu ada di sampingku dan menemaniku sampai
aku sukses dan bilang padamu “Will you marry me?”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar