Rabu, 06 Januari 2016

My Light by Angga Pratama

Tuhan, haruskah aku mempertahankan kebahagiaanku sedangkan di luar sana masih ada orang-orang yang harus tersakiti karena aku ingin bahagia. Haruskah ku merelakan kebahagiaanku? Kebahagiaan yang selama ini ku dambakan. Akankah ku mampu untuk mempertahankan apa yang telah ku perjuangkan selama ini. Aku hanya manusia biasa, aku bahkan terlalu lemah untuk menganggap permulaan ini sebagai kenyataan. Meskipun sakit, aku akan tetap berusaha untuk bertahan dan aku akan mulai terbiasa dengan rasa sakit ini. Rasa sakit yang timbul karena akan takut kehilangan seseorang. Ya, seorang wanita yang hadir dan telah merubah hidup ku, hidup yang dulunya hampa tanpa adanya motifasi. Wanita yang namanya cahaya dan menjadi cahaya penuntunku. Wanita hebat ini memang selalu membuat ku kagum, wanita hebat yang telah menjadi motifasiku, wanita hebat yang selalu membuat hari-hariku menjadi lebih bermakna. Tentu saja wanita hebat selau banyak yang mendamba-dambakannya. Aku pun sadar, kau belum sepenuhnya menjadi milikku sehingga orang lain pun masih bisa untuk mendekatimu. Kadang kala aku bisa terima-terimasaja tapi terkadang aku pun tak bisa menerima semuanya begitu saja. Iya aku cemburu, aku cemburu melihatnya dekat-dekat dengan orang lain, kenapa? Tentu saja jawabanya sederhana “karena aku sayang padanya,” wajar kan jika aku merasa sakit hati. Kenapa aku bisa begitu sayang padanya? Ntah mengapa aku merasa bahagia bersamanya, kebahagiaan yang tulus yang tidak pernah aku rasakan bersama orang lain. Kata orang “kita akan bahagia melihat orang yang kita sayang bahagia,” tapi kenapa aku tidak seperti itu? Aku  merasa sedih ketika orang lain membuatnya bahagia. Ma’af aku belum bisa membuatmu bahagia, aku hanya bisa berharap kau akan selalu ada di sampingku dan menemaniku sampai aku sukses dan bilang padamu “Will you marry me?